Jumat, 06 April 2012

kesabaran dalam menanti kesuksesan

seekor burung keluar dipagi hari, tak tau kemanakah ia akan terbang untuk mencari makan, namun ia tak putus asa untuk terbang karena ia yakin bahwa ia akan mendapatkan makanan atas usahanya untuk terbang ke seluruh penjuru demi mendapatkan makanan untuk melanjutkan hidupnya...


karena kuyakin sesudah kesulitan ada kemudahan, sesudah kesulitan ada kemudahan...


menjalani hidup beberapa tahun ini membuatku sadar bahwa tidak mudah menggapai puncak tertinggi sebuah pegunungan. akan ada jalan terjal dan berliku yang akan kita lewati. sendal yang kita pakai akan putus apabila tidak punya kualitas yang baik. keringat akan mengucur deras dan disaat hampir sampai di puncak, nafas akan sesak karena rendahnya kadar oksigen di daerah yang tinggi. terkadang kita akan butuh tongkat untuk menegakkan langkah kita, bahkan kita akan membutuhkan uluran tangan seorang sahabat untuk melewati berbagai rintangan yang ada. 


kesendirianku dalam keramaian ini, membuatku mencoba berdiskusi dengan hati, berbicara kepadanya dan berfikir secara mendalam. karya apakah yang telah kubuat, lompatan besar apa yang telah kulakukan serta jasa apa yang telah ku berikan. akupun bingung... selama ini aku terlalu sibuk dengan hal-hal sepele yang seharusnya tidak membuatku berhenti ditengah jalan pendakian. sindiran, ejekan serta hinaan yang menggoda hatiku untuk terus melawan dan marah, hal tersebut membuat perjalananku dalam mencapai puncak tujuan terlambat dan terhambat. seharusnya aku tak usah mempedulikaannya. 

dua tahun sudah aku berada di sebuah organisasi yang mungkin akan membawaku dan mempercepat langkahku menuju pos-pos pendakian ke puncak prestasi. organisasi ini telah mengajarkanku tentang banyak hal. namun sayangnya hati yang tak peka, serta manjanya aku terhadap berbagai godaan serta kesenangan yang ada membuatku lupa, bahwa perjalananku menuju puncak masihlah terlalu panjang. aku lupa, aku lalai, aku manja, aku banyak mengeluh...
 mungkin banyak yang menganggapku baik, hebat dan pintar, namun kalau aku jujur pada diri sendiri, masih sangat banyak kekurangan yang harus dibenahi.

memperbaiki diri merupakan hal yang luar biasa. kalau aku dibandingkan dengan pak habibie mungkin perbedaanya adalah ada pada kata komitmen dan konsisten. itu yang belum melekat pada diriku. aku sangat ingin memiliki sikap itu, namun aku sendiri sering lupa tentang dua kata itu, komitmen dan konsisten. 

 dua tahun sudah... dan aku belum mendapat sebuah prestasipun. teman-temanku sudah lebih dahulu menggapai pos-pos impian selanjutnya. aku merasa tertinggal jauh. aku merasa harus melakukan percepatan dan berusaha semaksimal mungkin. banyak sekali yang harus dibenahi. dan tentang dua kata itu "komitmen dan konsisten" mohon ya Allah, berilah kesabaran kepada hamba dalam menghadapi segala godaan, rintangan, hambatan, ujian yang ada... sehingga aku menjadai orang yang selalu komitmen dan konsisten dalam kebaikan. 

mudah-mudahan, tahun ini kesabaran dalam menanti kesuksesan itu terjawab dengan komitmen dan konsisten yang aku terapkan dalam kehidupanku...
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar