Minggu, 17 Maret 2013

ceritanya ikut lomba buat puisi tentang cinta, tp ga bayar uang registrasi... he2 #agak galau mode



Aku punya pemahaman sendiri tentang cinta

Aku bukan Romeo yang bersedia mati bagi Juliet
Akupun bukan Majnun yang mencintai Layla sepenuh jiwa dan raga
Hingga gila, gila karena cinta
Aku bukan budak cinta yang datang dengan kata-kata lembut nan romantis
Kemudian melakukan apapun untuk mendapatkan cinta
Tidak, aku tidak seperti itu
Cintaku adalah sebuah pertimbangan, sebuah penilaian
Cintaku adalah sebuah kecocokan jiwa
Dalam ceritaku cintaku, akulah penakluk cinta itu sendiri

Saat ini, banyak manusia diperbudak oleh cinta
Cinta datang dengan kelembutan dan ucapan yang menjanjikan
Kemudian secara diam-diam melakukan kejahatan
Kejahatan atas nama cinta
Yang berakhir pada kesengsaraan dan kesia-sian
Bahkan perpisahan

Tetapi aku datang untuk menaklukan cinta
Cintaku bukan kata-kata, namun sebuah pembuktian
Cintaku seperti ali pada fathimah,
Mengambil kesempatan atau mempersilahkan
Cintaku keberanian atau pengorbanan
Maka akhirnya cinta, terbalas atau tidak terbalas
Akan berhenti pada stasiun kebahagiaan

Cintaku bukan mengucapkan
 “aku mencintaimu dan aku akan melakukan apapun untukmu”
Tapi lebih tinggi, lebih elegan dari itu
“aku mengharapkan kebaikan bagimu dan bagiku melalui cintaku padamu”
Cintaku bukan mengatakan
“terima aku apa adanya”
Tapi lebih hebat dari itu, cintaku mengatakan
“izinkan aku menjadi yang terbaik untukmu, melalui cintaku”
Cintaku tidak hanya sebuah kebersamaan hidup
Tetapi lebih indah dari itu, cintaku adalah sebuah usaha saling memperbaiki

Aku laki-laki dan engkau perempuan
Aku imam dan engkau ma’mum
Aku logika dan engkau perasaan
Aku ketegasan dan engkau kelembutan
Maka apabila cinta terbawa pada sebuah keburukan
Cintaku akan menaklukannya dengan berhenti pada titik ketaatan

Aku tidak menafikan bahwa memilikimu adalah sebuah harapan
Hidup bersamamu adalah sebuah cita
Namun, aku tak ingin cinta kita berakhir dengan kesengsaraan
Aku tak ingin cinta kita penuh dengan kebodohan
Cinta kosong, cinta dusta, tanpa ilmu dan pemahaman
Tanpa pembuktian dan hanya menjadi penikmat cinta
Penikmat cinta lewat nafsu birahi kebersamaan
Kebersamaan tanpa ikatin suci yang menghalalkan

 Aku ingin cinta kita seperti pesona cahaya matahari
Yang membawa kehidupan dan membawa keindahan
Keindahan disaat terbit dan terbenam
Bukan seperti bulan yang indah dipandang dari kejauhan
Namun dari dekat tidak memberi keindahan
Maka aku menjadi penakluk cinta
Yang belajar apa itu arti cinta
Yang mempersiapkan diri untuk menyempurnakan cinta
Yang tidak membakar diri karena cinta
Dan tidak menjatuhkan diri ke jurang kesengsaraan karena cinta

1 komentar:

  1. perasaan rizqah, layla bukan sama majnun deh, tapi sama Qays.

    BalasHapus