Senin, 10 Desember 2012

seikat kaos kaki



Seikat kaos kaki
Kemarin, tepatnya 9 desember 2012 aku dihadapkan pada moment dimana Allah memberikan aku sebuah ujian untuk memimpin sebuah organisasi. Menjadi pemimpin bisa dibilang seperti menempatkan diri pada jalan terjal penuh rintangan yang di samping kanan kirinya ada jurang dengan membawa seorang anak kecil. Ada tanggung jawab disana, ada resiko, rintangan serta hambatan yang membentang. Tapi memang perjalanan itu berujung pada puncak terindah dimana kita bisa melihat indahnya matahari terbit sehingga membuka peluang untuk mendaki puncak yang lebih tinggi dan lebih indah bahkan menggapai langit tertinggi.
Aku, seorang pemuda berbadan mungil, dengan kulit hitam manis, terkadang merasa belum pantas untuk memimpin, masih banyak di luar sana pemuda yang lebih ganteng, keren dan berbadan besar. Aku sadar, di dekatku ada jurang yang dapat membuat diriku akan jatuh terjerembab ke dalam jurang saat aku salah dalam melangkah. Sedikit kesalahanku dalam melangkah, maka aku ndak hanya membuat diriku jatuh ke jurang tapi juga anak kecil yang aku bawa. Tanggung jawab, resiko, cobaan, hambatan semua itu terbayang di hati dan pikiran sehingga kedua tanganku seakan memegang sebuah gunung yang harus aku pikul hingga nanti (agak lebai sih).
Namun, diselah perenunganku, ada beberapa teman yang masih ingat kapan aku lahir, kapan aku mulai melangkah. Mereka memberiku sebuah hadiah yang buat aku cari tissue saat membuka hadiah tersebut. Di mushola al-fath aku  buka bungkusan itu, didalamnya terdapat kemeja putih bergaris. Tapi yang lebih membuat aku mau nangis adalah begitu perhatiannya mereka kepadaku, seorang pemuda yang pakaiannya agak cupu (ndak gaul) yang sering ndak make kaos kaki. Dan mereka menghadiahkan dua pasang kaos kaki yang diikat dengan pita kuning.
Seikat kaos kaki dengan pita kuning, aku ndak akan lupa itu. Di tengah amanah baru yang membuat beban tanggungjawabku lebih besar, aku serasa mendapat tenaga baru, aku serasa dapet suplemen baru untuk semangat mengemban amanah. Hadiah itu, kayak sekelumit rasa manis di tengah sensasi sayur asem yang sering dibuat ibuku. Manis itu membuat semuanya jadi sempurna. Dalam hati aku berkata ya Allah terima kasih engkau telah mempertemukan aku dengan mereka, sahabat terbaik, yang selalu memberiku semangat saat aku lelah, memberiku tawa saat aku sedih dan memberikan kado terindah “seikat kaos kaki” yang didalamnya ada pesan yang spesial “semoga cepet dapet jodoh ya tek”. Ah pesan itu mungkin karena aku terlalu banyak bicara tentang nikah dihadapan mereka.
Terlepas dari semua itu, ya Allah semoga mereka yang sangat perhatian dan sayang kepadaku, selalu sehat dan bahagia serta dimudahkan dalam segala urusannya. Aku, maaf yak temen-temen, aku belum bisa jadi pemimpin dan teman yang baik. Aku masih sering lupa untuk nanya kabar kalian, apalagi tau kondisi hati kalian seneng atau sedih. Tapi insya Allah aku mau belajar n berusaha jadi pemimpin n temen kalian yang terbaik. Minimal udah bisa cepet bales sms... he2.
Seikat kaos kaki itu... kado terindah... kemejanya buat aku tambah ganteng.. bangga aku memakainya... terima kasih temen2ku... LI,DE,DW,US,RI
I LOVE YOU MY BEST FRIEND

Kamis, 29 November 2012

Bercermin Pada Air Yang Tenang

Tepat dua puluh tahun lebih dua hari yang lalu, seorang pemuda dari desa kedaton 4 itu lahir. ucapan "selamat ulang tahun" berceceran di inbox sms handphonenya. pemuda itu ditelpon oleh orang tuanya mengenai kondisi ekonomi keluarganya... bgini percakapan telephone di teras kampus saat hujan waktu itu :
truuut...
pemuda : asslmualaikum, hallo...
abah      : walaikumsalam, lagi ngapain nak?
pemuda : lagi ngobrol sama teman bah sambil nunggu hujan reda...
abah      : gimana kondisi kuliahmu, lancar kan?
pemuda : alhamdulillah lancar bah, tapi semakin mendekati tingkat akhir beban kuliah maupun beban pikiran makin berat bah... maaf klo ndak bisa memberikan sesuatu yang lebih..
abah     : alhamdulillah klo gitu, tetep pertahankan beasiswamu itu ya nak, soalnya akhir tahun ini dengan kondisi abah yang semakin tua, sepertinya akhir tahun ini abah mulai pensiun untuk bekerja dan otomatis abah ndak bisa biayai uang kuliahmu lagi nak...
pemuda : oh ya bah, aku paham masalah itu, selama ini juga aku lagi dalam proses berfikir dan merencanakan, mengenai beasiswa insya Allah akan selalu dijaga sampe akhir kuliah.. doakan saja bah, ada rezeki kedepannya..
abah     : insya Allah abah dan mama selalu mendoakanmua... gitu aja yak, cuma ngasih tau kondisi kita supaya kita lebih sadar... asslmualaikum...
pemuda : iya bah... walaikumsalam, salam sama mama dan mbak...
percakapan tersebut, bener-bener percakapan yang indah antara seorang ayah dan anak, di umur yang ke-20, ayah dari pemuda itu mengajarinya tentang sadar akan kondisi, mengajarinya tentang keharusan memulai usaha, mempertahankan sesuatu yang baik serta mempersiapkan segala sesuatunya. dengan percakapan tersebut, pemuda itu mulai sadar bahwa usianya telah mencapai dua puluh tahun yang berarti segala sesuatunya harus mulai mandiri bahkan suatu saat nanti mesti bertanggungjawab untuk orang lain.
meskipun selama ini, pemuda itu menjalani kuliah tanpa biaya dari orang tua, namun dengan percakapan tersebut ada sebuah pesan yang terisrat dari orang tuanya, bahwa diumur yang ke dua puluh pemuda itu harus mulai belajar membuat sebuah keputusan tentang masa depan.
satu hari setelah percakapan itu, ternyata memang benar, pemuda itu dihadapkan pada dua pilihan yang sangat besar antara menjadi atau tidak menjadi. menjadi yang berarti ada harga yang harus dibayar dengan pertanggungjawaban dan tidak menjadi yang berarti harus dibayar dengan sebuah resiko jangka pendek maupun jangka panjang. pemuda itu bingung, bimbang...
sesuai yang sering dikatakannya "hidup itu pilihan" dan sekarang ia dihadapkan pada pilihan yang sangat besar resiko dan pertanggungjawabannya. namun, dalam kebimbangan antara dua pilihan tersebut, pemuda itu sadar bahwa inilah sebuah pendewasaan. inilah sebuah pembelajaran bagaimana kita nantinya akan dihadapkan pada pilihan yang besar, karir, istri, kontribusi,dll. tidak lama lagi pemuda itu akan mengalaminya, maka pilihan demi pilihanpun dia sadari sebagai sesuatu yang harus dijalani dan tidak bisa dihindari resiko dan pertanggungjawabannya.
 saat ini, pemuda itu lebih banyak diam, bukan karena marah pada seseorang dan bukan juga karena berubah kepribadiannya, namun dalam diamnya ternyata ia menemukan jalan, solusi, titik terang untuk mengeksekusi sebuah pilihan. yap, seperti air yang tenang, maka kita dapat melihat bayangan wajah kita saat bercermin diair yang tenang, bahkan segala sesuatu yang berada diatas air yang tenang akan terlihat dengan jelas hingga langit yang tinggipun bayangannya akan tercermin di air yang tenang.
dalam diam seperti air yang tenang, ternyata ia juga dapat bercermin dan lebih mengenal rupa wajahnya, lebih mengenal sikap dan kepribadiannya, lebih mengenal sifatnya sehingga terlihat jelas tentang kesalahan demi kesalahan yang dilakukan, tentang keinginannya, tentang impian dan cita-citanya dan yang paling penting adalah tentang siapa dirinya. di air yang tenang ia lebih mengenal bagaimana dirinya seharusnya menjadi, bagaimana seharusnya bergerak, bagaimana seharusnya berfikir dan bagaimana seharusnya berbuat.
air yang tenang itu, ternyata membuat ia lebih hidup, lebih memberikan kehidupan, dan lebih jernih. meskipun akan ada banyak gangguan yang siap kapanpun membuat ia keruh. namun dalam tenangnya, dalam diamnya, setiap keruhnya air itu akan segera kembali jernih dan tenang serta siap memberikan cerminan dan pantulan untuk warna langit yang indah. diam atau tenang bukan berarti tidak memberikan riak ceria di sekitar, namun riak keceriaan itu telah tergantikan dengan suara-suara ceria dan bahagia anak-anak yang bermain disekitar air yang tenang.
riak keceriaan itu akan tergantikan dengan keramahan dan keteduhan suasana indah di air yang tenang.


Selasa, 06 November 2012

titik D di gelombang transfersal

pagi ini, pemuda itu terbangun dengan mata kirinya yang merah. pemuda itupun bingung dan ndak tau apa penyebab matanya merah. yang pasti pemuda itu tidur sekitar jam 1 malam karena ada beberapa hal yang harus dikerjakan. rencana pagi ini, pemuda itu akan menghadiri sebuah pertemuan untuk membahas sebuah acara di kampus, tapi ternyata usai shalat badan pemuda itu ga bisa menyesuaikan dengan agenda yang ada, sehingga pemuda itupun tertidur.
tepat jam 07.00 pemuda itu bangun lagi dan bgitu kagetnya ia melihat jam. padahal pemuda itu punya agenda jam 06.00. kecewa, sedih dan merasa bersalah. itu yang sekarang ia rasakan. sambil berangkat menuju kampus, pemuda itu jadi teringat pelajaran fisika SMP tentang gelombang transfersal. yak gelombang transfersal itu terdiri dari bukit dan lembah dan setiap bukit dan lembah memiliki titik maksimum dan minimum.
saat ini, pemuda itu berada pada titik minimum lembah, titik terendah apabila gelombang transfersal digambarkan dalam sumbu X dan Y seperti gambar diatas. apabila dijelaskan sesuai dengan gambar diatas, mungkin pemuda itu saat ini sedang berada di titik D. banyak sekali permasalahan yang terjadi, agenda yang ada, amanah yang lalai, kondisi akademik yang sedang turun, kondisi badan yang rentan dan sering drop, dan yang paling krusial adalah amalan yaumiah yang sedang luntur.
saat ini pemuda itu dihadapkan pada dua amanah yang sangat menyita waktunya, kemudian dikombinasikan dengan segala tugas akademik untuk memperbaiki akademik yang sempat menurun sebelumnya ditambah dengan rencana besarnya ditahun ketiga ini. seringkali kondisi tubuhnya tidak menopang segala urusan. pemuda itu mulai merasa orang-orang disekitarnya serta lingkungan tidak lagi percaya dengan dia. merasa bersalah dengan orang2 disekitanya yang telah memberinya amanah, tapi tidak terlaksana.
dalam hati pemuda itu minta maaf kepada semua orang karena banyak amanah yang tidak terlaksana bahkan sering menyusahkan orang lain. maaf, maaf... mudah-mudahan setelah titik minimum lembah ini, pemuda itu segera dapat bangkit dan menyelesaikan tugas-tugasnya... ada target besar yang mesti disiapkan oleh pemuda itu ditahun depan... pemuda itu berkata "kepada semua orang yang merasa tersakiti, merasa direpotkan, merasa dikhianati atau merasa dibohongi oleh saya, saya mohon maaf yak mungkin cuma maaf dan perbaikan diri yang bisa saya lakukan"

di tengah banyak orang merasa sendiri...

Selasa, 02 Oktober 2012

tentang mengenal



saat seorang manusia terlahir, sungguh jabang bayi itu telanjang tanpa sehelai benang busana yang menutupi dirinya. bayi itu tumbuh berkembang sampai dewasa, sampai suatu saat di depan cermin ia melihat betapa sempurna dirinya. ia terlahir di tengah keluarga sederhana yang bahagia disaat banyak manusia lain yang terlahir di tengah keluarga yang banyak problema. ia memiliki paras yang menawan, mata yang tajam, hidung yang mancung, badan yang sehat, harta yang cukup disaat banyak orang lain memiliki kekurangan disebagian sisi hidupnya. adakah ia pernah meminta lahir di keluarga yang sederhana dan bahagia? maka jawabannyaTIDAK, itulah anugrah dari Allah SWT. adakah ia pernah meminta harta yang cukup dan paras yang menawan, maka jawabannya tidak, itulah nikmat dari Allah SWT. saat jabang bayi terlahir semua rambut ditubuh kita tumbuh, namun tumbuhnya rambut itu ada yang memiliki batas tersendiri, rambut kepala kita terus tumbuh sebagai mahkota kecantikan atau ketampanan manusia, namun alis mata, bulu mata, bersedia tidak tumbuh lebih panjang sehingga memperindah penampilan kita. bayangkan apabila alis mata dan bulu mata terus tumbuh panjang layaknya rambut yang ada di kepala kita, maka hal itu akan menyulitkan kita. itulah NIKMAT Allah SWT kepada manusia. daun telinga kita diciptakan sedemikian rupa oleh Allah sehingga elastis dan lentur yang mmbuat kita bisa tidur nyenyak, bayangkan apabila daun telinga kita memiliki tulang seperti bagian badan yang lain, maka kita tak akan pernah tidur nyenyak karena sibuk mengatur posisi tidur yg tak bisa miring kekiri dan kanan.itulah NIKMAT dari Allah SWT.
ia, sang jabang bayi yang telah tumbuh dewasa itu, kemudian melihat jari jemarinya yang panjangnya berbeda dan memiliki ukuran yang berbeda, ternyata dengan bentuk yang seperti itu memudahkan manusia untuk membawa barang, mengambil barang dan menulis. tulang belulang yang tumbuh sejak lahir tumbuh sehingga badannya sekarang tinggi dan besar termasuk kuku jari-jari kita sebagai bagian dari tulang yg terus tumbuh. namun, bagaimana dengan gigi yang termasuk kedalam bagian tulang, ternyata gigi rela tumbuh dalam ukuran tertentu dalam mulut kita sehingga menambah manis senyum kita kepada saudara-saudara kita. sungguh baik dan sempurna tubuh kita, betapa banyak hikmah dan kebaikan yang terkandung apabila kita meneliti dan mengamati lebih jauh bagian tubuh kita. adakah kita pernah meminta itu semua... maka jawabannya TIDAK PERNAH... itulah karunia dari Allah SWT... kesempurnaan dan kebaikan tubuh kita bahkan dijelaskan oleh Allah SWT dalam QS At-tin ayat 4 yang artinya "sungguh manusia telah diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya"
dari tubuh kita yang sehat dan sempurna ini kita bisa belajar dan mengenal bahwa Allah SWT Maha Besar, Maha Pemurah, Maha Memberikan rezeki, karunia dan kenikmatan kepada setiap manusia... namun kebanyakan manusia tidak bersyukur dan menjauhi Sang Pencipta...

maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? QS. Ar-rahman : 13

yuk mari kita belajar mengenali tubuh kita, diri kita sehingga kita mengetahui dan mengenal siapa yang memberikan segala kecukupan, kebaikan dan kesempurnaan diri kita...  Dialah Allah Yang Maha Sempurna...


Minggu, 12 Agustus 2012

tujuh pilar


hari ini aku teringat, kenangan itu... 7 pilar yang membangun sebuah lingkaran perjuangan penuh cinta 4 tahun yang lalu... pilar-pilar itu kini berada ditempat yang berbeda untuk menyebarkan gelombang cinta ditempatnya masing-masing. masjid rhoudatul ulum, masjid inilah yang mempersatukan kami semua anggota pitu voice (pitu = 7 dalam bahasa jawa). banyak kenangan indah di masjid berwarna orange itu. debu sajadahnya telah masuk kedalam sistem pernapasan kami untuk menjadi saksi cinta suci. tempat wudu yang sering kami bersihkan, sekarang airnya menjadi kenangan yang menyegarkan jiwa kami. mimbar masjid tempat kami bergantian untuk menyebarluaskan cinta, mikrofon tempat kami menyuarakan panggilan cinta, hijab berwarna kuning yang sering kami pindahkan saat hari jumat, serta markas sempit tempat kami berkumpul untuk menyisir rambut dan menaruh barang-barang kami.
aku ndak akan lupa lagu-lagu yang kami nyanyikan hingga larut malam, kamipun berdiri sejenak ditengah malam bersama-sama hingga saat berbagi autan untuk menangkal nyamuk. aku ndak akan lupa acara-acara yang telah kami rangkai hingga kami ndak tidur semalaman.  nasi yang kami makan bersama-sama serta tawa dan canda yang kami lakukan tiap harinya sampai perjuangan melompati sebuah pagar dimalam hari untuk sebuah rencana. semua itu, memberi kenangan tersendiri di sudut jiwa kami yang merindukan kebersamaan kembali di tempat yang sempurna yang kami sendiri tak dapat membayangkan...
sekarang pilar perjuangan itu, berada ditempat yang berbeda. Maha Suci Allah yang mempertemukan jiwa-jiwa kami dalam lingkaran perjuangn penuh cinta. celupan warna Illahi telah membuat kami menjadi pilar perjuangan yang memiliki keunikan tersendiri. pilar2 itu memiliki gayanya tersendiri dalam berdiri. ada yang berdiri dengan gaya ketegasan, gaya keceriaan, kesederhanaan, kepolosan, elegant, gaya kelucuan, serta keluguan yang membuat lingkaran ini indah. kami memang jarang bertemu namun pilar2 itu membangun sebuah ikatan yang aku yakin pilar itu akan tetap kokoh meskipun diterjang oleh badai kedengkian, angin kesalahpahaman, banjir perbedaan hingga gelombang keegoisan.
aku merindukan pertemuan itu. pertemuan disaat kami sudah menjadi pilar kebangkitan bangsa, negara dan agama. aku rindu pilar2 itu bertemu untuk membicarakan pembangunan pilar2 baru yang meneruskan bangunan perjuangan penuh cinta. aku rindu saat kami bertemu dan kami sudah menyempurnakan separuh cinta kami sambil membawa benih unggul calon penerus tegaknya pilar perjuangan penuh cinta. aku rindu pertemuan kami saat kami sudah menggapai impian kami
ah rasanya kenangan itu begitu indah... membuatku tak sabar ingin bertemu setiap pilar lingkaran penuh cinta...
kami ndak tau... akankah dalam waktu dekat ini kami dapat bertemu kembali, atau kami dipertemukan ditempat yang sempurna yang kami impikan... sekarang kami dengan gaya berdirinya hanya bisa menyebarkan cinta ditempat yang berbeda dan berusaha serta belajar menjadi pilar yang kokoh bagi nasib agama, bangsa dan negara. pitu voice, pilar2 perjuangan penuh cinta yang mengajarkan aku tentang cinta, menghargai, memahami, memimpin, membahagiakan dan berbagi....

Jumat, 15 Juni 2012

berkelana dalam dunia impian, harapan dan cita-cita

pemuda itu... aku menyebutnya pemuda sang pejuang. sang pejuang lahir ditengah keluarga sederhana yang selalu berjuang di tengah himpitan ekonomi. ia tinggal di jalan pilihan gg kebebasan di kelurahan perjuangan, kecamatan kesederhanaan kota impian. kulitnya hitam manis dengan tubuh tak terlalu besar dan tinggi. ia tak suka memakai celana pendek, bukan karena ingin menjaga aurat, tetapi karena kakinya yang hitam legam hasil terlalu seringnya ia main bola tidak ingin ditampilkannya. di waktu kecil ia adalah salah satu anak yang sedikit cengeng, namun mahir dalam segala permainan anak seusianya. ia gemar bermain sepak bola, kelereng dan petak umpet. selain itu ia adalah anak yang paling jago mengaji di masjid. sang pejuang adalah anak yang kurang memperhatikan kerapian. hanya belahan rambut kekiri yang selalu disisir dan dirapikannya, tetapi bajunya sering kusut dan tak rapi.
disekolah dasar, ia memang tak terkenal karena badannya yang kecil mungil dengan kulit yang hitam manis, siapakah yang ingin mengenalnya dengan ciri-ciri fisik seperti itu, namun siapa sangka ia adalah juara kelas dan masuk sekolah menengah pertama negeri dengan nilai teringgi. motonya saat itu adalah bagaimana ia tidak kalah dengan yang lain dalam hal apapun, baik itu dalam hal akademis maupun bidang yang lain. dapat dipahami bahwa tubuhnya yang kecil membuat ia lincah dan makanan favoritnya yaitu ikan asin, mungkin itulah  yang membuat ia cerdas.
di sekolah menengah pertama, ia menjadi pribadi yang riang dan sering tertawa karena hobi bercandaan. dikelas ia sering tertawa bersama teman-temannya. hobinya bermain bola tak pernah ditinggalkan. prestasinya semakin cemerlang disaat ia mewakili sekolahnya mengikuti olimpiade siswa SMP se-kota impian. ia mulai menjadi orang yang terkenal di sekolah menengah pertama. namun ada point penting disini yaitu bahwa ia mulai akil baligh, mulai suka dengan lawan jenis dan lebih memerhatikan ibadahnya sebagai seorang muslim. mulai dari kelas 2 SMP ia mulai sadar akan apa yang disampaikan oleh ayah dan ibunya yaitu shalat dan mengaji.
SMA merupakan tempat ia belajar tentang arti persahabatan, perjuangan, kepedulian, kepemimpinan, cinta dan iman. ia bukan lagi juara kelas, ia bukan lagi yang jago dalam bermain sepak bola, namun SMA adalah perpustakaan tempat ia belajar kamus kehidupan ini. kedekatannya dengan para guru membuat ia belajar tentang arti menghormati dan membahagiakan orang lain. luas pergaulannya membuat ia belajar tentang arti mengenal dan kepedulian. organisasi yang ia ikuti membuat ia belajar tentang arti kepemimpinan. kelompok nasyid yang bernama pitu voice membuat ia belajar tentang arti persahabatan dan ukhuwah, sulitnya membagi waktu antara organisasi, pergaulan dan akademis membuat ia belajar tentang arti berjuang, bertemunya ia dengan perempuan yang sholehah, lemah lembut dan sangat menjaga kesuciannya membuat ia belajar tentang arti cinta (meskipun mungkin cinta dalam prespektif anak muda yang banyak salahnya) dan kesibukannya dalam aktifitas kerohanian islam membuat ia belajar tentang arti iman dan taqwa.
perjalanannya dalam dunia impian, harapan dan cita-cita berawal dari sebuah lingkaran persahabatan yang isinya adalah anggota tim nasyid pitu voice. dilingkaran itulah ia mulai membangun impiannya, merajut benang-benang kesuksesannya. 
mulai dari sini ia bercerita :
aku memulai membangun impianku berawal dari impian masuk IPB. setelah diterima di IPB aku memiliki target-target yang ingin dicapai saat belajar di IPB. target itu adalah tahun pertama aku ingin mendapat indeks prestasi lebih dari 3,0. selain itu aku ingin mendapat beasiswa sehingga dapat membiayai kuliah di IPB secara mandiri. ikut dalam organisasi keilmiahan dan ikut serta dalam aktivitas dakwah dikampus. di tahun pertama aku ingin tetap jalan kaki dalam semua aktivitasku serta menyelesaikan beberapa targetan buku islami yang harus dibaca.
ditahun kedua, aku ingin membeli sepeda sebagai langkah untuk mempercepat aktivitasku. di tingkat dua aku ingin mengunjungi beberpa tempat seperti universitas gajah mada, institut teknologi bandung, universitas padjajaran dan universitas indonesia. aku ingin sekali saja merasakan untuk menjuarai sebuah kompetisi ilmiah nasional. aku juga berusaha untuk mempertahankan prestasi akademis dengan IP kumulatif tetap lebih dari 3,0. 
ditahun ketiga aku ingin mengendarai sepeda motor yang aku beli dengan uangku sendiri. ditahun ketiga pula aku ingin menjuarai kompetisi ilmiah nasional, presentasi hasil penelitianku di luar negeri, jalan-jalan ke luar negeri, mengunjungi beberapa pulau besar indonesia seperti kalimantan, sulawesi, bali dan sumatera. di tahun ketiga, aku ingin memulai untuk berjuang berwirausaha dengan membuat sebuah produk pangan yang halal, ekonomis dan bergizi. ditahun ketiga pula aku ingin menjuarai bisnis kompetition serta ikut serta dalam PIMNAS. aku ingin banyak berkontribusi dalam dakwah melalui finansial dan pemikiran. sudah memulai penelitian untuk skripsi dan mengahapal beberapa juzz Al-qur,an. aku ingin bisa membina beberapa adik kelas dalam lingkaran full ukhuwah dan aku juga harus menyelesaikan beberapa buku terkait kompetensiku dan buku-buku agama.
di tahun keempat aku ingin produk usahaku mulai di minati masyarakat dan sudah memiliki min 50 karyawan dalam bisnisku. dengan usaha yang semakin berkembang, aku membeli mobil avanza atau yang lainnya untuk distribusi produk usahaku. menyelesaikan skripsi terkait ekonomi pertanian dan lulus dengan IPK lebih dari 3,5. aku ingin menjadi motivator setidaknya di IPB. ditahun keempat, aku sudah menyelesaikan tes toefl sebagai syarat kuliah di luar negeri. ingin lebih banyak berkontribusi dalam dakwah melalui finansial, pemikiran dan teladan. 
tahun 2014 aku wisuda dan melanjutkan kuliahku ke jerman di humboldt university. selama di jerman aku ingin banyak belajar mengenai kebijakan pemerintahan terkait ekonomi, perdagangan, pertanian energi dan lingkungan. selama di jerman pula aku ingin banyak menulis jurnal terkait ekonomi, pertanian dan lingkungan. keliling eropa dan menghapal minimal 10 juzz Al-quran. mengenai usahaku, mungkin aku akan menitipkannya ke keponakanku yang sudah aku didik dari kecil. 
tahun 2017, aku kembali ke indonesia. segera mendaftar untuk jadi dosen di universitas lampung. mulai membangun dan memperbesar bisnisku menjadi sebuah perusahaan kecil bernama Al-Fath company sambil mulai menjadi dosen yang teladan dan inspiratif. tahun 2017 aku menikah dengan seorang wanita pilihanku. seorang wanita yang ga pernah lupa mengingatkan aku untuk istirahat. seorang wanita yang dengan kemanjaan serta kelembutannya memberi suasana hangat di rumah tangga yang islami. seorang wanita soleha yang tidak bosan menghiburku dan mengingatkanku untuk terus sabar. seorang wanita soleha yang siap menemaniku untuk hidup sederhana. seorang wanita yang siap mendidik anak-anakku menjadi anak yang soleh dan soleha.  selanjutnya aktif dalam kontribusi pemikiran dakwah, finansial dan menjadi motivator setidaknya di unila. di universitas lampung aku ingin menjadi dosen yang paling produktif menulis artikel, jurnal dan aktif menulis di koran. 
tahun 2020 mengajak ayah, ibu dan istriku tercinta untuk melaksanakan rukun islam yang kelima. memiliki 5 kelompok binaan yang salah satunya adalah kelompok binaan ketua-ketua cabang bisnisku. memiliki rumah yang sederhana dan minimalis untuk keluarga kecilku. mulai banyak membuka lapangan pekerjaan untuk menyelesaikan permasalahan pengangguran. tahun 2020 aku berharap produkku dapat menembus pasar ekspor setidaknya ke negara tetangga. melanjutkan pendidikan doktoral bidang ekonomi di luar negeri (eropa/amerika) sambil mengajak istriku tercinta. di sana aku ingin memperkenalkan produk usahaku. 
selanjutnya, pada tahun 2025, aku ingin membangun sebuah yayasan yang menangani dan mencari solusi terkait pengangguran. selain itu, aku juga ingin menulis buku dan novel yang dapat menginspirasi orang lain. setelah tahun 2025 aku ingin banyak berkontribusi lewat pemikiran, tulisan dan finansial untuk membangun universitas lampung yang madani dan selanjutnya propinsi lampung menjadi propinsi yang madani. terus berjuang untuk menjadi orang yang kontributif dan bermanfaat untuk orang lain hingga akhir hayat.    
mungkin itulah sekelumit perjalananku dalam dunia impian harapan dan cita-cita... kata abahku mimpi itu gratis, so bermimpilah... kata danang sang pembuat jejak tuliskanlah impianmu... tapi kalo kata sang pejuang "perjuangkanlah impianmu"
itulah mimpi-mimpi pemuda sang pejuang... manusia hanya dapat memiliki impian, berharap, merencanakan, berusaha dan memperjuangkannya... namun hasilnya, hanyalah Dia Yang Maha Berkehendak, Maha Kuasa dan Maha Mendengar Doa Hambanya serta Maha Menentukan...   tetep semangat berjuang....

ketenangan batin mahal harganya

aku terdiam beberapa saat di depan laptop, membuka blog milikku sendiri. ada kolom compose di salah satu menu dalam blog. saat aku ingin menulis, aku bingung mau menulis apa. rasanya beberapa hari ini aku tak bisa fokus untuk mengerjakan apapun. padahal, 3 hari lagi adalah ada ujian akhir semester menghadang.
akupun tak mengerti dengan kondisiku saat ini. hatiku sedih, padahal aku sedang tak mengalami sakit hati atau patah hati, hatiku kesepian padahal ada banyak teman-teman disekelilingku. aku bingung mau mengerjakan apa, padahal ujian tinggal menghitung hari. aku tak bisa fokus belajar, pikiranku lari kesana kemari tak jelas arahnya.
ada apa ini?? apakah hal ini akibat dari kesalahanku beberapa hari kemarin... mungkin iya...
jiwaku kering sekali rasanya, menghadap Sang Penciptapun rasanya tak khusyuk.. aku banyak tertawa, tapi tak bahagia. ingin rasanya menangis, tapi aku tak bisa menangis. menjalani hidup beberapa hari ini dengan kondisi yang sedemikian rupa, diriku sangat menyesal. ingin sekali ada waktu pengulangan dan aku bisa memperbaiki kesalahan demi kesalahan yang aku lakukan... tetapi.. itu tak mungkin... kalau kata orang bijak bila nasi sudah menjadi bubur, maka beri ayam dan kuah agar menjadi soto ayam...
namun permasalahannya, aku belum menemukan bumbu yang pas untuk membuat kuah soto ayam dan belum memiliki ayam goreng yang bisa kumasukkan ke dalam buburku. aku mencoba bertanya pada diriku sendiri, apakah gerangan yang aku butuhkan agar bisa kembali tenang dan fokus terhadap berbagai amanah yang ada.... berfikir seperti itu malah membuat waktuku tak produktif... sampai detik ini saat aku menulis cerita ini akupun masih tak fokus dan tak bisa tenang. jantungku berdetak agak kencang saat berfikir kedepan dalam beberapa hari karena ada ujian akhir semester, amanah dan berbagai persoalan lain yang butuh penyelesaian dengan cepat.
saat ini, detik ini, saat menulis kata demi kata ini di keyboard laptopku... aku baru menyadari bahwa ketenangan batin serta kebahagiaan dan kebebasan fikiran itu sangat mahal harganya... sangat dibutuhkan... saat aku inginkan... sangat aku dambakan...
ya Allah berilah jalan keluar... hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan kepada-Mulah kami memohon pertolongan... kuatkanlah iman kami dan berilah hidayah kepada kami...  amin...